Negarawan Terulung

Negarawan Terulung
YABhg Tun Dr. Mahathir Bin Mohamad, 88 tahun

Terima Kasih atas sokongan anda semua !

Ahad, Mei 09, 2010

Dokumentari Gigolo Bali - Cowboys in Paradise Bali 1


Indonesia dan seluruh negara di Asia tergempar dengan pembongkaran apa yang dikira tidak sepatutnya berlaku dalam sebuah negara yang majoriti penduduknya adalah Islam iaitu mengenai sebuah filem yang di arah oleh seorang rakyat Singapura, Amit Virmani...mengisahkan kehidupan sebenar anak-anak muda lelaki di Pulau tersebut yang terpaksa menjual maruah demi untuk kemewahan hidup.

Sila admin laman blog NKRIjaya dan Rasasayange-malaysia..anda berdua lihat apa yang sebenarnya berlaku..jangan suka sangat menabur fitnah terhadap rakyat dan negara Malaysia tetapi rupanya negara Indonesia lagi sangat teruk.

Perbaiki dulu apa yang buruk berlaku di Indonesia sebelum menoleh ke arah Malaysia !!!

6 ulasan:

YANG GAMBI berkata...

Hilbert, itulah keadaannya bila negara yg kurang memberi manfaat kepada rakyatnya.....maruah boleh dijual beli kerana untuk mengisi perut...

Apai Ngelai berkata...

bro, itulah sebab gempa bumi sentiasa berlaku tak habis-habis... gigolo macam tu memang melambak kat indonesia

NKRI berkata...

komentar Pemain film :


"Kami tidak tahu kalau itu untuk film dokumenter, sebab kru yang mengambil gambar hanya mengatakan untuk koleksi pribadi," ujar Dennis kepada polisi.

Sedangkan Suardana yang adalah tokoh masyarakat Ubud, Kabupaten Gianyar, dalam film tersebut terlihat muncul selama beberapa detik bersama istrinya, Jeanet De Neffee, yang kelahiran Australia.

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Suardana mengaku siap dimintai keterangan oleh polisi seputar film yang "dibingtanginya". "Dimintai keterangan apa pun, saya siap," ujarnya menandaskan.

Suardana mengaku tidak tahu jika wajah dan namanya telah dicatut dalam film yang sudah merusak citra Pulau Dewata itu. Awalnya, ia ditemui oleh Amit dan rekannya yang meminta untuk berkomentar seputar bahaya penyakit HIV/AIDS di Bali.

Karena merasa peduli dengan bahaya penyakit tersebut, ia pun mengaku bersedia untuk diwawancarai.

Namun belakangan, Suardana mengaku sangat kecewa bahwa hasil wawancara tersebut ternyata muncul dalam rangkaian film dokumenter yang mengisahkan tentang kehidupan gigolo di Pantai Kuta.

Kabid Humas mengatakan bahwa ketiga orang yang diperiksa pihaknya hingga petang hari itu masih dalam kapasitas sebagai saksi. "Tidak mungkin kami panggil orang untuk tiba-tiba dijadikan sebagai tersangka," katanya.

Ia menjelaskan masih ada beberapa saksi yang terlibat dalam film tersebut yang akan dimintai keterangan. "Mungkin besok atau beberapa hari ke depan masih ada beberapa saksi yang akan dipanggil lagi," ucapnya.

bukti apalgi...
udah kelas itu penipuan pulau dewata terkenal akan wisata alam dan rohani

NKRI berkata...

SILA LIHAT ADA FOTO PANGERAN MU DI BLOG KU HAHAHAHA

NKRI berkata...

mengenai islam

bndar judi genting
dan bandar babi selangor
yg invest 100juta RM

pakah ini layak disebut negra bersyariat dan berhukum islam

NKRI tak berhkum islam tapi menindak tegas JUDI
bahkan judi kartu pun sangup masuk penjara.......

melayu bumi putra bebas dan sangup lakukan appaun wat uanng tak peduli itu haram pa halal

NKRI berkata...

SATU lagi baru2 diadakan PRICE GAY di KL

pa sangup berkata pa lagi kau hilbert

dan film gay anu dalam botol siilaaa dibahsa dengan bangsa kau sendiri yg mengaku islam

Arkib Blog